Tampilkan postingan dengan label Balikpapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balikpapan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juni 2014

Budaya Balikpapan

Di balikpapan,banyak kita jumpai para pendatang dari pada penduduk asli,sehingga di Balikpapan terdapat keanekaragaman orang,bahasa,dan adat,sehingga bahasa yang paling sering di gunakan adalah bahasa indonesia.
Suku yang ada
Suku-suku yang banyak ada di Balikpapan adalah:
  1. Bugis
  2. Banjar
  3. Jawa
  4. Madura
  5. Dayak
  6. Kutai
  7. Manado
  8. Ambon
  9. Chinese
Bahasa daerah
Bahasa daerah yang sering terdengar di gunakan adalah:
  1. Bahasa Banjar
  2. Bahasa Bugis
  3. Bahasa Jawa
  4. Bahasa Kutai
  5. Bahasa Madura
Tetapi umumnya bahasa yang digunakan pada keseharian warga Balikpapan adalah Bahasa Indonesia dengan logat umum.
Tetapi ada ciri khusus warga Balikpapan dalam pengucapan, seperti : kah, lah.
Seperti :
  1. “Jadi berangkat kah?”,
  2. “Kamu sudah kerja kah?”
Sedangkan penggunaan akhiran ‘lah’ biasanya banyak digunakan orang keturunan Banjar/Kalsel.
Adat Perkawinan
Penduduk kota Balikpapan sebagian masih menggunakan adat dalam acara perkawinan yang sebagian besar menggunakan adat suku  :
  1. Suku Banjar
  2. Suku Bugis
  3. Suku Jawa

Rabu, 18 Juni 2014

Wisata Balikpapan

Penangkaran buaya tritip
Jl Mulawarman No 66, Teritip
Salah satu objek wisata yang berbasis Ekowisata unik yang ada Di Balikpapan yaitu Penangkaran Buaya Teritip. Penangkaran buaya ini terletak di Kelurahan teritip persisnya di Jl Mulawarman No 66, Desa Teritip Kecamatan Balikpapan Timur. Letaknya tidak jauh dari Pantai Manggar yang merupakan objek wisata favorit di Balikpapan. Penangkaran ini cukup luas, luas area penangkarannya sekitar 5 ha. Jumlah buaya yang ada di penagkaran ini pun cukup banyak yaitu sekitar 3.000 yang terdiri dari tiga jenis buaya yaitu buaya muara, buaya supit dan buaya air tawar. Buaya Air Tawar dan buaya Sumpit masuk kedalam katagori buaya langka.
Penangkaran Buaya Teritip merupakan penangkaran yang memiliki jumlah buaya terbanyak di Kalimantan Timur. Buaya-buaya tersebut berada didalam kandang-kandang yang telah diklasifikasinkan ke dalam empat jenis yaitu kandang untuk anak buaya, kandang untuk buaya muda, kandang untuk buaya dewasa, dan kandang untuk menimbang berat badan buaya. Disini Anda bisa mendapatkan info tentang buaya, mulai dari habitat hingga proses perkembang biakan buaya. Jangan segan-segan bertanya kepada pemandu jika ada yang ingin Anda ketahui. Buaya memang di kenal sebagai hewan yang liar dan buas, tapi disini Anda tidak hanya bisa melihat gerak-gerik buaya secara dekat akan tetapi Anda juga bisa memberi makan buaya secara langsung. Pengelola sudah menyiapkan pakan berupa ayam seharga Rp 10.000,- yang bisa Anda beli untuk makanan buaya. Melihat buaya makan dengan lahap menjadi pemandangan menarik yang bisa Anda temui disini. Namun tetap waspada ya saat Anda berwisata disini, selalu patuhi peraturan yang ada karena jika tidak bisa-bisa Anda yang diserang oleh buaya.
Di tempat ini juga di sediakan wisata satwa lainya seperti menunggang dua gajah Lampung mengelilingi kompleks penangkaran. Puas berkeliling Anda juga bisa mencicipi hidangan unik yang lain dari pada yang lain yaitu sate buaya, harga sate buaya ini yaitu Rp 3.000,- per tusuknya. Sebelum pulang jangan lupa untuk membeli souvenir unik antara lain tangkur (alat kelamin buaya), minyak buaya dan lain-lain. Namun souvenir unik tersebut hanya tersedia di akhir pekan atau hari libur saja.

Bukit Bangkirai 
Bagi yang suka berwisata dengan tantangan sambil menikmati keindahan alam, coba yuk jalan-jalan ke tempat wisata satu ini. Namanya Bukit Bangkirai. Bukit Bangkirai merupakan wisata hutan hujan tropis yang masih alami, berada di Jalan Raya Soekarno-Hatta Km. 38, Kecataman Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Balikpapan, Kalimantan Timur yang dikelola oleh PT. Inhutani I Unit Manajemen Hutan Tanaman Industri (UMHTI). Kawasan ini berjarak 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja, 58 km dari kota Balikpapan dan 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda.
Di kawasan wisata seluas 1.500 hektar yang diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998 ini kamu bisa menikmati pemandangan dan sejuknya hutan hujan tropis yang masih alami dengan kicauan burung dan suara hewan penghuni hutan ini. Kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan kebun buah seluas 4 hektar. Bukit Bangkirai mempunyai 45 jenis anggrek, salah satunya anggrek hitam yang menjadi maskot Kalimantan Timur. Selain itu pohon bangkirai merupakan tumbuhan yang mendominasi kawasan hutan ini dengan umur rata-rata lebih dari 150 tahun, tinggi 40-50 meter dan diameter 2,3 meter. Itulah sebabnya kawasan ini dinamakan Bukit Bangkirai. Terdapat pula beragam aneka satwa yang menghuni hutan ini diantaranya : 113 jenis burung, monyet ekor panjang, babi hutan, owa-owa, beruk, lutung merah, bajing terbang dan rusa sambar.
Selain keindahan dan kesejukan hutan dengan aneka ragam flora dan fauna yang ada, di kawasan wisata ini kamu bisa mencoba tantangan dengan meniti jembatan tajuk gantung (canopy bridge) yang menjadi daya tarik tersendiri di Bukit Bangkirai. Jembatan tajuk ini terbentang sepanjang 64 meter diatas ketinggian 30 meter dari permukaan tanah yang menghubungkan 5 pohon bangkirai dengan masing-masing pohon berjarak sekitar 10-15 meter. Konstruksi jembatan ini dibuat di Amerika Serikat dan dibangun pada tahun 1998 dengan standar keamanan yang cukup bagi pengunjung. Terbuat dari kabel, dengan dasarnya papan dan berdinding jala tali nilon yang dirancang khusus dengan bahan kayu dan besi antikarat sehingga jembatan ini akan kuat 15-20 tahun. Canopy bridge di Bukit Bangkirai ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan kedelapan di dunia.
Sebelum meniti jembatan, kamu harus menaiki anak tangga menuju menara yang terbuat dari kayu ulin. Saat pertama menjejakkan kaki di jembatan tajuk, jembatan akan bergoyang. Semakin melangkah ke tengah maka jembatan akan semakin bergoyang. Jembatan tajuk ini tidak boleh dilewati oleh banyak pengunjung sekaligus demi keselamatan. Menikmati pemandangan hutan yang indah dan sejuk di atas jembatan setinggi 30 meter di atas permukaan tanah yang bergoyang dan hanya terbuat dari papan yang disusun dengan tambang, it's like a wow!
Dari jembatan tajuk ini kamu bisa melihat formasi Tajuk Tegakan Dipterocarpaceae yang merupakan ciri dari hutan hujan tropis yang indah dan saling sambung menyambung. Untuk meniti jembatan tajuk ini dikenakan tarif Rp. 15.000,- untuk wisatawan domestic dan Rp. 30.000,- untuk wisatawan mancanegara.
Selain itu terdapat pula jalur trekking di kawasan wisata alam ini yang meliputi 7 trek dengan panjang sekitar 150 meter hingga 6 km. Kamu juga bisa berkemah di sini karena tersedia lapangan berumput datar dengan luas 20 x 50 meter dan sudah dipagari kayu untuk area kemah. Harga tiket untuk masuk ke Bukit Bangkirai ini sebesar Rp. 2.000,- untuk dewasa dan Rp. 1.000,- untuk anak-anak.

Pantai Kemala
Pantai Kemala atau yang biasa disebut dengan Pantai Polda merupakan salah satu tujuan wisata yang berada di Kota Balikpapan. Disebut dengan naman Pantai Polda karena pantai ini dikelola oleh Polda Kalimantan Timur. Pantai Kemala terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan Timur. Lokasinya yang berada di pinggir jalan namun terhalang oleh bangunan perkantoran menjadikan obyek wisata satu ini tidak begitu mencolok.
Nuansa Bali akan terasa saat kamu berada di pantai ini. Hal tersebut dikarenakan dari pantai berpasir putih yang lembut dengan ombak yang tenang dan pohon kelapa yang berada di pinggir pantai ini terlihat jelas bangunan gedung-gedung bertingkat yang berada di pinggir pantai. Selain itu terdapat resto di pinggir pantai ini yang ditata seperti resto di Bali. Nama restonya pun dinamai seperti nama pantai di Bali, D'Jimbaran Resto.
Pantai Kemala selalu menawarkan suasanya yang nyaman dan santai sehingga tak heran jika pantai ini selalu ramai dikunjungi. Terlebih lagi lokasi pantai ini berada di jantung kota. Selain bermain pasir dan berenang di pantai ini, kamu juga bisa mencoba watersport yang ditawarkan oleh Pantai Kemala, seperti : banana boat, jet ski dan flying fox.
Untuk bisa menikmati watersport tersebut kamu cukup membayar sekitar Rp. 25.000/orang. Tetapi untuk flying foxnya hanya dikhususkan untuk anak-anak saja. Banana boat biasanya hanya tersedia pada sore hari sekitar pukul 16:00. Dan tidak ada loket khusus untuk membeli tiket banana boatnya. Kamu cukup menghampiri orang yang terlihat membenahi banana boat kemudian mendaftarkan diri menjadi penumpang banana boat. Saat penumpangnya sudah ada 6 orang, maka kamu akan bisa segera menikmati berpacunya adrenalinmu di atas banana boat yang ditarik dengan speed boat berkeliling Pantai Kemala.
Pantai Lamaru
Pantai Lamaru merupakan obyek wisata yang terletak di Desa Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pantai ini berada di sebelah timur Pantai Manggar Segara Sari. Pantai ini menghadap ke arah Laut Sulawesi dan memiliki pasir putih. Air lautnya biru dan jernih. Pohon-pohon rindang turut berjajar di pinggiran pantainya. Ombaknya juga cukup bersahabat sehingga memungkinkan pengunjung untuk bermain, berenang ataupun berolahraga air lainnya. Namun pada bulan-bulan tertentu bisa terjadi ombak yang besar sehingga tidak aman bagi pengunjung.
Pantai ini banyak dikunjungi terutama pada hari libur. Tempat ini memang cocok sebagai tempat pelepas penat dengan keteduhan dan keindahan pantainya. Tidak hanya bisa menikmati pemandangan pantainya yang indah, pengunjung juga dapat mencoba beberapa wahana permainan yang disediakan, seperti banana boat, flying fox, kuda, andong dan lain-lain. Untuk mencoba berbagai wahana permainan tersebut dikenakan tarif mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 75.000. Terdapat pula tempat penyewaan ban renang dengan tarif sewa mulai dari Rp 10.000. Bagi yang tidak membawa alas duduk bisa menyewa tikar dengan biaya mulai dari Rp 10.000.
Tak perlu bingung untuk mendapatkan makanan dan minuman di pantai ini karena penjual makanan dan minuman di area Pantai Lamaru sudah dilokasikan pada beberapa bangunan khusus. Tempat parkir kendaraan berada di tengah area wisata sehingga terlihat rapi. Fasilitas lain yang tersedia di kawasan pantai ini adalah toilet, kamar ganti pakaian dan mushola.
Tiket masuk
Tiket masuk ke pantai sekitar Rp 10.000 per orang. Untuk parkir kendaraan roda dua biasanya akan dikenakan biaya sekitar Rp, 5.000, kendaraan roda empat Rp 15.000 dan kendaraan roda enam Rp 50.000.
Jam buka
Pantai Lamaru buka setiap hari pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WITA
Pantai Manggar
Pantai Manggar Segarsari atau biasa disebut dengan Pantai Manggar merupakan salah satu tujuan wisata favorit bagi masyarakat kota Balikpapan. Pantai ini terletak di Kelurahan Manggar dan Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur. Luas wilayahnya kurang lebih sekitar 13.000 meter persegi.
Pantai ini mempunyai air laut yang biru dan hamparan pasir pantai berwarna putih. Ombaknya pun tidak terlalu besar, hanya riak gelombang kecil yang cocok untuk berenang. Di sekitar pantai juga banyak dijumpai tempat penyewaan pelampung dengan aneka bentuk dan warna. Pohon-pohon yang ada di sekitar pantai pun turut memberikan kesan teduh dan sejuk. Menariknya fasilitas di pantai ini bisa dibilang lebih komplit dibanding pantai-pantai lain yang ada di Balikpapan.
Anda tidak hanya bisa bermain air atau pasir saja, beberapa permainan seperti speedboat, jetski maupun banana boat juga tersedia di tempat ini. Selain itu Anda juga bisa bermain voli pantai ataupun sepak bola dan tak perlu repot karena net dan bola sudah disediakan di sini.
Tak perlu khawatir bila Anda merasa lapar, karena di tepian pantai akan banyak dijumpai penjual makanan. Para penjual sudah menyediakan tikar ala lesehan untuk duduk dan beristirahat sembari menikmati aneka kuliner yang dijajakan. Selain itu pengelola pantai juga sudah menyediakan tenda-tenda yang menghadap ke laut yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung.
Beberapa event juga sering diselenggarakan di pantai ini. Salah satunya adalah event yang berskala internasional seperti event Festival Layangan yang diadakan pada tahun 2010 lalu dan diikuti oleh 15 negara. Tertarik berlibur ke pantai ini? Jangan lupa jika Anda ingin datang ke pantai ini, sebaiknya membawa baju ganti.
Source:http://www.utiket.com/id/obyek-wisata/balikpapan/panduan-wisata-balikpapan.html
 
 
 

Pantai Melawai Balikpapan

Pantai Melawai berada di sepanjang Jalan Sudirman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Balikpapan sendiri adalah daerah pengeboran minyak bumi pertama di Indonesia.

Balikpapan merupakan kota yang menghadap timur, tepatnya menghadap selat Makassar. Dari posisi geografinya yang menghadap timur maka titik untuk melihat matahari terbenam berarti mungkin tidak ada. Tetapi, teorinya terbantahkan dengan posisi pantai Melawai yang sedikit berada di teluk kecil menjadikannya sebagai spot sunset terbaik di Balikpapan.

Pantai ini adalah tujuan wisata favorit di pusat kota. Pantainya terletak di antara pelabuhan Semayang dan pantai Banua Patra. Daerah ini juga merupakan pusat makanan dan minuman di malam hari.

Keunikan Pantai Melawai adalah saat petang akan banyak pengunjung duduk beralas tikar sambil menanti matahari terbenam dan menikmati pemandangan kapal-kapal yang sedang berlabuh, menurunkan muatan di Pelabuhan Semayang, atau berlayar di Teluk Balikpapan.

Pantai Melawai memiliki pemandangan yang indah dengan jaraknya yang dekat dengan pusat kota, Balikpapan Center atau sekitar 5 menit ke arah selatan. Di sepanjang pesisir Pantai Melawai juga disediakan beberapa kafe yang siap melayani Anda berduduk santai.

Transportasi

Kalimantan Timur merupakan sebuah provinsi yang unik. Ibu kotanya adalah Samarinda namun jalur masuknya adalah Balikpapan. Bandara utamanya adalah Sepinggan terletak di Jalan Marsma Iswahyudi. Pantai Melawai terletak di Jalan Sudirman. Lokasi pantai ini tidak sulit untuk ditemukan karena letaknya berada di jalan utama yang menuju ke berbagai wilayah di Balikpapan. Anda bisa menggunakan Angkutan Umum no 5 dan 6 yang melewati pantai Melawai. Pantai Melawai berada di pusat kota, tepatnya tidak begitu jauh dari komplek Pertamina dan Pelabuhan Balikpapan dan berada di pinggir salah satu jalan protokolnya Balikpapan.


Kuliner

Pengunjung dapat menikmati berbagai jenis makanan dan minuman di Pantai Melawai, terutama di malam hari. Berbagai makanan khas Indonesia berjejer mengudang selera makan Anda, mulai dari pecel lele (lele goreng dengan saus kacang), pecel ayam (ayam goreng dengan saus kacang), sate ayam, bakso, mie goreng, nasi goreng dan lain-lain. Sedangkan untuk minuman, Anda bisa meneguk bandrek (minuman jahe panas), wedang jahe, wedang ronde (minuman jahe disajikan dengan kacang), dan bermacam-macam jus. Beberapa pedagang juga menjual makanan khas lokal seperti pisang Gapit.


Berikut ini beberapa rumah makan yan gada disekitaran Jalan Sudirman.


Langgeng
Jl. Jenderal Sudirman
0542-762032


Rizki
Jl. Jenderal Sudirman 481
0542-765805


Cafe Deli
Jl. Jenderal Sudirman (PETROSEA)
0542-764462


Segiri
Jl. Jenderal Sudirman (MONUMEN)
0542-417827


Restoran Pantai Monumen
Jl. Jenderal Sudirman  (MONUMEN)
0542-440408


Depot Kepiting Tambora
Jl. Jenderal Sudirman
0542-764056



Tempat Kuliner Terbaik di Balikpapan

Balikpapan tidak hanya dikenal sebagai kota minyak, tetapi kota ini juga menyediakan aneka ragam kuliner yang dapat memanjakan lidah Anda. Kuliner Balikpapan selalu ramai dikunjungi baik pagi, siang, maupun malam hari. Di Balikpapan Anda dapat menikmati kuliner seafood yang ditawarkan oleh berbagai tempat yang menjadi Pusat Kuliner Balikpapan, salah satunya adalah Rumah Makan Torani.
Kuliner Balikpapan
Rumah makan torani terletak di sekitar Jl. Jend. Sudirman. Rumah makan ini hanya butuh waktu tempuh kurang lebih 15 menit dari Bandara Sepinggan dan pusat kota Balikpapan.  Rumah Makan Torani yang sangat strategis, membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi karena letaknya yang mudah dicari oleh pengunjung yang ingin mencicipi hidangan Kuliner Balikpapan.
Menu utama yang menjadi primadona di Rumah Makan Torani antara lain Kepiting Telur , Kepiting Super, Kepiting Soka Saus dan Kepiting Rajungan Saus. Tidak hanya kepiting saja, menu lainnya seperti Ikan bandeng tanpa duri, Ayam Rica, Ayam Saus Pedas, Cumi – cumi, ikan laut dan ikan tawar juga bisa Anda nikmati disini dengan berbagai olahan.
Gambar Kuliner Balikpapan

Sejarah Rumah Makan Torani

Rumah Makan Torani berdiri pada awal mei 2007 dimana saat itu Ikan bandeng  merupakan menu utama yang ditawarkan oleh resto ini. Ikan bandeng yang diolah dengan cara menghilangkan durinya dan dihidangkan dengan cara dibakar terlebih dahulu. Awalnya usaha kuliner Balikpapan di Rumah Makan Torani tidak sebesar seperti yang kita lihat saat ini. Saat itu Rumah Makan Torani hanya bermodalkan tenda yang disewakan oleh salah satu rekannya di sebuah tempat perbelanjaan Mall Fantasi yang sekarang berubah nama menjadi Mall Balikpapan Baru.
Pemilik yang biasa disapa dengan panggilan Pak Jaka, menjelaskan saat itu bisnisnya hampir saja bangkrut, ditambah lagi dengan nasib 30 karyawannya dan masalah piutang yang boleh dibilang sangat besar.  Hal ini dijelaskan karena Pak Jaka belum pandai berbisnis pada saat itu, tidak lama kemudian beliau mulai merintis usaha kulinernya kembali.
Antusias dan semangatnya yang menggelora untuk membangun kembali bisnisnya didukung penuh oleh rekan – rekan dan keluarganya. Dalam sebuah acara bazar kuliner yang diadakan oleh pihak Mall Balikpapan Baru, Pak Jaka memperkenalkan berbagai menu andalannya sebagai menu Kuliner Khas Balikpapan. Hanya dalam satu hari saja, Pak Jaka mampu meraup omset hingga Rp 800.000. Melihat respon dan animo masyarakat yang semakin hari semakin baik, membuat beliau memberanikan diri untuk memiliki tempat sendiri. Dari keputusan inilah akhirnya kita mengenal Rumah Makan Torani yang berada di daerah Stal Kuda, dimana saat ini omset per harinya bisa mencapai Rp 4.000.000.
Menu bandeng di Rumah Makan Torani merupakan racikan khusus dengan bumbu rahasia keluarga dari bone dan pada akhirnya bandeng tanpa duri ini menjadi salah satu menu kuliner Balikpapan yang menjadi andalan di Rumah Makan Torani.

Perkembangan Hingga Menjadi Kuliner Balikpapan Terbaik

Pada tahun 2007, Rumah Makan Torani resmi dikelola secara mandiri oleh Pak Jaka dengan kapasitas 8 meja dan 8 orang karyawan.  Tahun 2009 animo masyarakat mulai menurun terhadap menu Ikan Bandeng, dikarenakan tahun itu makanan khas laut sedang booming di kota Balikpapan. Tidak mau tinggal diam, akhirnya Pak Jaka menambah menu lainnya seperti kepiting, udang dan cumi – cumi. Di tahun yang sama Rumah Makan Torani menambah menu special lainya yaitu Steamboat.
Tahun 2009, steamboat yang menjadi alternative pilihan sudah menghiasi sejumlah meja makan yang digelar di Rumah Makan Torani, pada tahun yang sama Jaka kemudian bertemu dengan parter bisnis yang cukup bisa membaca keinginannya untuk membesarkan usaha seafood di kota Minyak ini. Dalam usaha melebarkan saya bisnis kulinernya, Pak Jaka dibantu oleh rekannya yang bernama wawan. Wawan cukup membuka wawasan kepada Pak Jaka untuk terus fokus pada bisnis kuliner di Balikpapan.  Salah satu mimpi Pak Jaka waktu itu adalah membuat setiap pengunjung seperti sedang berada dirumah sendiri.
Kuliner Balikpapan
Mengikuti perkembangan teknologi yang semakin hari semakin maju, membuat Pak Jaka memutuskan untuk membuat akun jejaring social bagi bisnis kulinernya ini. Dengan social media seperti facebook dan twitter, bisnis kulinernya dapat dengan mudah dikenal oleh masyarakat luas. Pada September 2011, akun twitter Rumah Makan Torani secara resmi dibuka dan menghasilkan 5.725 Follower. Dengan social media, rumah makan torani menjadi terasa dekat dengan konsumen.
Saat ini Rumah Makan Torani memiliki 83 orang tenaga kerja yang siap melayani pengunjung sejak pukul 10.00 hingga pukul 02.00 dini hari. Rata – rata tenaga kerja Rumah Makan Torani merupakan orang – orang yang tidak memiliki ijazah, tetapi mereka mampu bekerja keras dan memiliki daya juang untuk hidup.

Rumah Makan Torani

Jl. Jendral Sudirman No. 73
Stall Kuda – Balikpapan
Kalimantan Timur
Telp : 0542 – 761 250
Twitter : https://twitter.com/RM_Torani

source:http://www.kapanbisa.com/wisata-kuliner-balikpapan-terbaik

Sejarah Balikpapan

Sejarah Kota Balikpapan tidak bisa dipisahkan dengan Minyak yaitu lebih tepatnya dengan sumur minyak Mathilda, sumur pengeboran perdana pada tanggal 10 Februari 1897 di kaki gunung Komendur di sisi timur Teluk Balikpapan. Penamaan sumur minyak Mathilda sendiri berasal dari nama anak JH Menten dari JH Menten dan Firma Samuel & Co sebagai pemenang hak konsesi pengeboran di yang ditunjuk pemerintah Hindia Belanda yang telah mengontrak Balikpapan dari Kesultanan Kutai.
Di awal tahun 1900-an bertambahnya jumlah penemuan dan pengeboran minyak di Balikpapan telah membawa pendatang dalam jumlah besar ke Balikpapan. Pendatang ini kebanyakan adalah orang Cina dan para pekerja pengeboran yang rata-rata berasal dari jawa dan berbagai daerah lainnya seperti India. Pekerja dari Cina dan India inilah yang menjadi cikal bakal penghuni desa di Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru) yang merupakan asal usul sebagian besar warga Balikpapan. Selain itu keberadaan minyak, yaitu minyak tanah atau "lantung", juga mengundang semakin besarnya jumlah pedagang yang datang dari daerah Kerajaan Banjar di Banjarmasin dan Bone di Sulawesi Selatan untuk berdagang dan singgah di Balikpapan.
Seiring dengan berkembangnya waktu Balikpapan telah berkembang menjadi "Kota Minyak" dengan besarnya produksi minyak yang dihasilkan yang mencapai 86 juta barrel per tahun. Perkembangan industri minyak inilah yang telah membangun Balikpapan menjadi kota industri dan selanjutnya menjadikan Balikpapan sebagai Kota Jasa dengan bandar udara Internasional, pelabuhan dan jumlah hotel yang dapat mendukung keberadaan Balikpapan sebagai dua kota tersebut.
Saat ini Balikpapan tidak lagi menjadi Kota Minyak yang berorientasi pada pengeboran melainkan pada jasa pengolahan minyak yang telah mengolah minyak mentah dari sekitar Balikpapan, yaitu Sepinggan, Handil, Bekapai, Sanga-sanga, Tarakan, Bunyu dan Tanjung serta minyak mentah yang diimpor dari negara lain.
Besarnya jumlah pendatang di Kota Balikpapan telah membawa keberagaman etnis dengan berbagai adat istiadat dan agama. Namun demikian hal ini tidak menjadi kendala dalam akulturasi budaya dan terwujudnya keharmonisan di masyarakatnya secara turun menurun.
Keharmonisan masyarakat Balikpapan terekat dalam bahasa sehari-hari yang digunakan, yaitu Bahasa Indonesia. Keberagaman yang ada di dalam masyarakat Balikpapan bahkan mendukung adanya nilai-nilai kebersamaan yang mampu menjadikan Kota Balikpapan sebagai Kota Bersih, Indah, Aman dan Nyaman yang tercermin dengan telah seringnya Kota Balikpapan meraih Piala Adipura.

Budaya bersih dan wawasan lingkungan telah menjadi bagian dan ciri dari masyarakat Balikpapan yang terakomodir secara profesional dalam program Pemerintah Kota Balikpapan, yakni : CLEAN, GREEN and HEALTHY.
source:http://www.balikpapan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=46&Itemid=63&lang=in