Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2014

Sony Hadirkan YouTube ke PlayStation 4

TOKYO - Sony mengumumkan bahwa aplikasi YouTube bakal meluncur di PlayStation 4 akhir tahun ini. Selama konferensi pers Sony di event E3 2014 di Los Angeles, Sony mengungkap informasi baru mengenai perangkat hiburan besutannya.

Electronic Entertainment Expo (E3) 2014 digelar pada 10-12 Juni 2014. Konferensi pers Sony menampilkan Shawn Layden, President and CEO of Computer Entertainment Sony.

Ia mengatakan, PS4 akan kedatangan YouTube untuk memperkuat hiburan social gaming di konsol game buatannya. Lebih lanjut ia mengungkapkan, fitur share PS4 telah digunakan sebanyak 220 juta kali pada tahun ini.

"Ini akan meningkat, lebih tinggi saat kami membawa YouTube ke PS4," kata Layden, seperti dilansir Cnet, Selasa (10/6/2014). Ia menjelaskan, pengguna tinggal menekan tombol share pada DualShock 4, kemudian gamer bisa langsung mengunggah video yang telah di-capture ke channel YouTube.

Grand Theft Auto V Meluncur ke PS4
Masih dalam konferensi gaming E3 2014, Sony telah mengatakan bahwa game Grand Theft Auto (GTA) V dapat dimainkan di PS4 mulai musim gugur tahun ini. Gamer bisa mentransfer progres permainan dan karakternya dari PlayStation 3 dan Xbox 360 ke PS4. (ahl)
source:okezone.com

Minimalisir Kecelakaan, Samsung Bikin Sepeda Pintar

SEOUL - Samsung sepertinya tidak  pernah lelah melakukan inovasi dalam menciptakan berbagai perangkat pintar. Perusahaan yang bermarkas di Korea Selatan ini, dikabarkan tengah menciptakan sepeda pintar (Smart Bike) yang dikombinasikan dengan smartphone.

Menggandeng Giovanni Pelizzoli dan Alice Biotti, sepeda ini menggunakan sensor onboard yang dapat menjaga penggunanya tetap aman. Sepeda yang kabarnya diresmikan di Milan ini, memiliki desain kerangka (frame) melengkung bertujuan untuk mengurangi goncangan saat dikendarai.

Tidak hanya itu, Smart Bike ini juga dilengkapi dengan GPS, video, serta rear veiw camera. Sinar laser yang disematkan pada sepeda ini, mampu memproyeksikan jalur virtual di jalan, sehingga memastikan jarak aman untuk pengendaranya.

Sementara itu, smartphone yang diletakan pada bagian depan dapat digunakan untuk memantau keadaan sekitar seperti menelusuri jarak, kecepatan dan arah.

Sedangkan kamera yang diletakan di belakang bagian bawah sepeda, memungkinkan pengguna untuk mengawasi lalu lintas melalui video streaming yang terhubung melalui smartphone.

Para desainer sepeda ini mengatakan, Smart Bike ini dibuat dengan harapan dapat mengurangi kecelakaan sepeda yang selama ini sering terjadi seperti dikutip melalui Dailymail, Rabu (18/6/2014).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kecelakaan pengguna sepeda menempati angka lima persen dari semua kematian lalu lintas di dunia.
(amr)
source:okezone.com

Bulan Terbentuk Akibat Tabrakan Dua Planet?

LONDON – Para peneliti telah menemukan sejumlah bukti dari pembentukan Bulan akibat sebuah planet yang menakbrak Bumi miliaran tahun lalu.  Analisis bebatuan pada Bulan yang berhasil dibawa oleh Astronot Apollo menunjukan jejak dari planet yang dinamakan Theia.

Dilansir melalui BBC, Sabtu (7/6/2014), para peneliti mengklaim bahwa penemuan mereka menegaskan sebuah teori bahwa Bulan diciptakan oleh sebuah tabrakan dahsyat. Studi ini telah dipublikasikan melalui jurnal sains.

Teori ini berlaku sejak 1980, yang menerangkan bahwa Bulan muncul sebagai hasil dari tabrakan antara Bumi dan Theia 4,5 miliar tahun lalu.

Theia merupakan nama dewi dalam mitologi Yunani, yang dikatakan sebagai ibu Selene, dewi Bulan. Pembentukan itu diperkiran adalah hasil dari dampak puing puing kedua planet tersebut yang bergabung menjadi satu.

Ini adalah penjelasan yang paling sederhana, dan cocok sekali dengan simulasi pada komputer. Kelemahan utama dalam teori ini adalah bahwa, tidak ada seorang pun yang mampu menemukan bukti material Theia dalam sampel bebatuan bulan.

Analisis sebelumnya menunjukkan bahwa batuan Bulan berasal sepenuhnya dari Bumi. Sedangkan simulasi komputer menunjukkan bahwa Bulan sebagian besar berasal dari Theia.
(amr)
source:okezone.com

Pesawat Bertenaga Surya Siap Keliling Dunia

PAYERNE - Pesawat bertenaga surya (matahari) akan melakukan uji coba dengan mengelilingi dunia untuk pertama kalinya. Penerbangan akan direncanakan pada 2015 mendatang.

Dilansir dari BBC, Senin (2/6/2014), diinformasikan sebelumnya bahwa pesawat dengan nama yang sama Solar Impluse pernah diterbangkan pada tahun lalu. Kni pesawat bernama Solar Impluse 2 ini, akan lepas landas dari lapangan udara Payerne Swiss.

Pesawat tersebut nantinya akan di piloti oleh Betrand Piccard dan Andre Borschergat. Keduanya bertekad membawa pesawat tersebut sukses, hanya dengan menggunakan energi alternatif dan yakin pesawat bertenaga surya ini mampu membuktikannya.

Dalam perjalanan keliling dunia ini, pesawat akan melintasi Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik. Tentunya menerbangkan pesawat ini sang pilot bakal menemui tantangan seperti kesulitan dalam kompleksitas sistem. Untuk bisa sukses membuat rekor, pesawat ini harus menempuh waktu lima hari untuk bisa berkeliling dunia.
(amr)

Internet Berteknologi Laser Hasilkan Koneksi Super Cepat

CALIFORNIA - Sejumlah ilmuwan dari Intitute Teknologi Massachusetts (MIT) dan lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat (NASA), mengumumkan telah berhasil memancarkan data dari Bumi ke Bulan dengan kecepatan 622 megabit (atau setara dengan 78 MB). Hal itu akan membuat koneksi internet menjadi lebih cepat dari yang selama ini ada.

Bahkan menurut data yang dikumpulkan oleh Ookla dan Speedtest.net pada Januari lalu, proyek "Moonshot" ini akan membuat streaming data yang memiliki kecepatan lima kali lipat dari biasanya atau dari kecepatan internet rata-rata untuk layanan rumah tangga.

Pemancaran ini, seperti dilansir Yahoo, Senin (2/6/2014) dilakukan menggunakan laser bukan teknologi siaran radio atau router WiFi. Sebagai contoh, penelitian di University of Illinois tahun lalu menghasilkan terobosan dalam komunikasi laser, dengan kecepatan transfer data mencapai 40 gigabit, atau 5 GB per detik.

Sayangnya, penemuan ini masih memiliki kelemahan pada komunikasi real time. Apalagi dengan jarak yang sangat jauh tersebut (sekitar 400 ribu kilometer), membutuhkan waktu sekitar 1,3 detik bagi cahaya (dan laser) untuk mencapai permukaan bulan dalam satu tembakan langsung dari Bumi.

Jadi meskipun kecepatan koneksi ini akan memungkinkan Anda untuk men-download lebih cepat dari biasanya, namun mungkin komunikasi jarak jauh masih akan lelet karena waktu kendala lag tersebut.
(amr)
Source:okezone.com